Apa itu Bekisting

Apa Itu Bekisting? Kenali 6 Fungsi dan Jenis Bekisting

March 19, 2024

Pernahkah Anda mengamati proses pembangunan sebuah gedung atau rumah?

Di balik kokohnya struktur beton, terdapat peran penting dari sebuah “cetakan” yang disebut bekisting.

Bekisting merupakan elemen penting dalam konstruksi beton.

Ibarat kanvas bagi seniman, bekisting menjadi landasan terciptanya struktur kokoh yang menawan.

Ia bertindak sebagai cetakan sementara yang membentuk dan menahan beton saat dituang dan mengeras.

Di balik kemegahan bangunan, terdapat peran tak terlihat dari bekisting yang menuntun beton menjadi bentuk yang diinginkan.

Dari struktur sederhana seperti kolom dan balok hingga bentuk rumit seperti lengkungan dan kubah, bekisting memainkan peran vital dalam mewujudkan desain arsitektur menjadi kenyataan.

Apa itu Bekisting?

Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan dalam konstruksi untuk membentuk dan menahan beton saat dituang dan mengeras.

Bekisting, juga dikenal sebagai perancah, adalah struktur sementara penting yang digunakan dalam konstruksi untuk membentuk dan menahan beton saat dituang dan mengeras.

Ini menciptakan bentuk dan dimensi yang diinginkan untuk struktur beton, memastikan hasil akhir yang akurat dan berkualitas tinggi.

Bekisting dapat terbuat dari berbagai bahan, seperti kayu, baja, aluminium, plastik, dan fiberglass ynag dirancang untuk menahan berat dan tekanan beton basah.

Setelah beton mengeras, bekisting dilepas, meninggalkan struktur beton yang kokoh dan sesuai spesifikasi.

Bekisting yang tepat memastikan bahwa beton dituang dengan benar dan menghasilkan struktur yang kuat dan tahan lama.

Pekerjaan bekisting memerlukan keterampilan dan presisi untuk memastikan bahwa bekisting kokoh, kedap air, dan mampu menahan beban beton.

Pekerjaan ini juga mencakup pembongkaran bekisting setelah beton kering untuk memperlihatkan struktur beton yang telah jadi.

Penggunaan bekisting yang tepat sangat penting untuk memastikan integritas struktural dan estetika bangunan beton, dan membutuhkan perencanaan, desain, dan pelaksanaan yang cermat oleh insinyur dan kontraktor.

Fungsi Bekisting

Pekerja Konstruksi Mengecek Bekisting

Pekerja Konstruksi Mengecek Bekisting

Berikut adalah fungsi-fungsi utama bekisting dalam konstruksi bangunan:

1. Membentuk Beton

Bekisting memainkan peran penting dalam konstruksi beton, berfungsi sebagai cetakan yang membentuk beton segar menjadi bentuk dan dimensi yang diinginkan.

Bekisting biasanya terbuat dari kayu, logam, atau plastik, dan dirancang untuk menahan beban beton basah dan mempertahankan bentuknya hingga beton mengeras.

Fungsi utamanya adalah menciptakan rongga atau cetakan sementara yang menentukan bentuk dan ukuran struktur beton, seperti balok, kolom, dinding, atau pelat lantai.

Dengan demikian, bekisting memastikan bahwa beton segar dapat mengalir dengan benar, dipadatkan dengan baik, dan mencapai kekuatan yang optimal tanpa deformasi atau kerusakan.

2. Menahan Beban Beton Segar

Bekisting adalah struktur sementara yang berfungsi sebagai cetakan untuk menahan beton segar hingga mengeras dan memperoleh kekuatan yang cukup untuk menopang dirinya sendiri.

Bekisting harus memiliki kekuatan dan kekakuan yang memadai untuk menahan tekanan dari beton basah tanpa mengalami deformasi yang berlebihan.

Dengan menahan beban beton, bekisting memastikan pembentukan bentuk dan dimensi yang diinginkan dari struktur beton.

Setelah beton mengeras, bekisting dilepas, meninggalkan struktur beton yang sudah jadi dengan bentuk dan ukuran yang tepat.

3. Menghasilkan Permukaan Beton yang Halus

Bekisting yang dirancang dan dibuat dengan baik memainkan peran penting dalam menghasilkan permukaan beton yang berkualitas tinggi.

Bekisting yang tepat memastikan permukaan beton yang rata, halus, dan rapi setelah dilepas.

Dengan menggunakan bahan yang sesuai dan memperhatikan detail selama desain dan konstruksi bekisting, kebutuhan akan pekerjaan finishing tambahan pada permukaan beton dapat diminimalisir secara signifikan.

Ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menghasilkan struktur beton yang lebih estetis dan tahan lama.

Selain itu, bekisting yang dirancang dengan baik mengurangi risiko cacat pada permukaan beton, seperti rongga, retak, dan ketidaksempurnaan lainnya, sehingga meningkatkan kinerja dan daya tahan keseluruhan struktur.

4. Memfasilitasi Proses Curing Beton

Bekisting membantu menjaga kelembaban beton selama proses curing (pengerasan), yang penting untuk pengembangan kekuatan beton yang optimal.

Bekisting juga melindungi beton segar dari paparan langsung terhadap sinar matahari, angin, atau hujan yang dapat mempengaruhi proses curing.

5. Mendukung Struktur Sementara

Dalam konstruksi beton, bekisting berperan penting sebagai struktur sementara yang mendukung beban selama proses pengecoran dan pengerasan beton.

Bekisting berfungsi sebagai cetakan untuk membentuk dan menahan beton basah, memberikan bentuk dan dimensi yang diinginkan untuk struktur beton permanen.

Selain itu, dalam beberapa aplikasi, bekisting juga bertindak sebagai struktur pendukung sementara, menanggung beban konstruksi seperti pekerja, peralatan, dan material selama beton belum mencapai kekuatan yang memadai.

Dengan memberikan dukungan yang diperlukan, bekisting memungkinkan konstruksi berlanjut secara aman dan efisien, memastikan integritas struktural dan stabilitas sementara struktur beton permanen sedang dibangun.

6. Memungkinkan Konstruksi Bertahap

Bekisting memainkan peran krusial dalam konstruksi bangunan modern, memungkinkan pembangunan dilakukan secara bertahap.

Dengan menggunakan bekisting, bagian-bagian struktur seperti dinding, kolom, dan lantai dapat dicor secara terpisah dan berurutan.

Proses ini memberikan fleksibilitas dan efisiensi, memfasilitasi perencanaan konstruksi yang cermat dan pelaksanaan yang terstruktur.

Hal ini memungkinkan kontraktor untuk membagi proyek menjadi tahapan yang lebih kecil, meminimalkan gangguan dan memaksimalkan produktivitas.

Dengan mengizinkan pengecoran komponen individu, bekisting memungkinkan konstruksi yang aman, terkontrol, dan efisien, yang pada akhirnya mengarah pada penyelesaian proyek yang lebih cepat dan berkualitas tinggi.

Jenis – Jenis Bekisting

Ada beberapa jenis bekisting yang umum digunakan dalam konstruksi beton, antara lain:

1. Bekisting Konvensional

  • Bekisting kayu: Terbuat dari papan atau jalur kayu yang dirakit. Murah namun kurang tahan lama.
  • Bekisting pipa baja: Terbuat dari pipa baja berongga yang disambung. Kuat dan dapat digunakan berulang.
  • Bekisting besi tulangan: Menggunakan tulangan baja sebagai bekisting. Ekonomis untuk bentuk sederhana.

2. Bekisting Sistem (Formwork System)

  • Bekisting dinding: Terbuat dari panel baja atau aluminium yang dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah.
  • Bekisting kolom: Panel vertikal yang membentuk cetakan kolom persegi atau bulat.
  • Bekisting pelat: Terbuat dari panel atau rangka yang menopang pelat beton.
  • Bekisting balok: Panel samping dan alas untuk mencetak balok.

3. Bekisting Khusus

  • Bekisting lengkung: Digunakan untuk mencetak struktur lengkung seperti cangkang.
  • Bekisting terapung: Bekisting yang dapat dinaikkan selama pengecoran untuk konstruksi tinggi.
  • Bekisting Lantai Tinggi: Menggunakan rangka sementara untuk menopang struktur beton bertingkat.
  • Bekisting Slip: Bekisting vertikal yang digerakkan ke atas secara perlahan saat pengecoran.

4. Bekisting Pracetak (Precast Formwork)

  • Panel beton pracetak: Menggunakan elemen beton pracetak sebagai bekisting permanen.
  • Beton Pracetak Parsial: Kombinasi bekisting konvensional dengan elemen beton pracetak.

5. Bekisting Tidak Terpasang (Stayinplace Formwork)

  • Bekisting fiberglass, plastik, atau logam terlapis yang tetap menjadi bagian dari struktur akhir.

Pemilihan jenis bekisting tergantung pada faktor seperti bentuk struktur, skala proyek, jadwal, akses lokasi, dan persyaratan permukaan akhir beton.

Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Bekisting

Menuangkan Beton ke Dalam Bekisting

Menuangkan Beton ke Dalam Bekisting

Terdapat beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi pemilihan bekisting dalam suatu proyek konstruksi, antara lain:

1. Jenis Struktur dan Geometri

  • Bentuk dan dimensi struktur yang akan dicor sangat menentukan jenis bekisting yang digunakan.
  • Untuk geometri yang kompleks atau tidak beraturan, diperlukan bekisting khusus yang fleksibel.

2. Kekedapan (Kedap Air)

  • Bekisting harus cukup kedap untuk mencegah kebocoran adukan beton.
  • Sambungan-sambungan harus rapat dan diperkuat dengan menyediakan upetan atau penyangga jika perlu.

3. Kemudahan Pemasangan dan Pembongkaran

  • Pilih sistem bekisting yang mudah dipasang dan dibongkar.
  • Pertimbangkan penggunaan bekisting yang dapat dipakai berulang-ulang.
  • Bekisting yang ringan dan komponen yang seragam akan memudahkan penanganan.

4. Permukaan yang Rata

  • Bekisting harus memiliki permukaan yang cukup rata untuk menghasilkan permukaan beton yang halus.
  • Hindari penggunaan bahan yang dapat menyebabkan cetakan pada permukaan beton.

5. Ketahanan terhadap Kelembapan dan Bahan Kimia

  • Bahan bekisting harus tahan terhadap kelembapan dan bahan kimia dalam adukan beton.
  • Pilih bahan yang tidak mudah terpengaruh oleh cuaca saat digunakan di luar ruangan.

6. Biaya

  • Pertimbangkan biaya pembelian atau penyewaan bekisting.
  • Bekisting yang dapat digunakan berulang kali dapat lebih ekonomis dalam jangka panjang.

7. Ukuran Proyek dan Produksi Massal

  • Untuk proyek besar atau produksi massal, bekisting sistem lepas-pasang yang dapat digunakan berulang kali lebih efisien.
  • Untuk proyek kecil, bekisting konvensional seperti kayu atau baja bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis.

8. Kondisi Lapangan

  • Aksesibilitas, ruang kerja, cuaca, dan lokasi proyek dapat memengaruhi jenis bekisting yang dipilih.
  • Bekisting ringan dan mudah dipindahkan lebih cocok untuk kondisi lapangan yang terbatas.

9. Jadwal Proyek

  • Pemilihan bekisting yang cepat dalam pemasangan dan pembongkaran dapat mempersingkat waktu siklus pengecoran.
  • Hal ini penting untuk memenuhi jadwal proyek yang ketat.

10. Peraturan dan Standar

  • Pemilihan bekisting juga harus memenuhi peraturan dan standar keamanan, serta persyaratan struktural.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kontraktor dapat memilih sistem bekisting yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi mereka.

Cara untuk Menghemat Biaya Bekisting

Cara menghemat biaya pada bekisting memiliki dampak signifikan karena dapat menurunkan total biaya proyek secara keseluruhan.

Biaya bekisting menyumbang hingga 60% dari total biaya konstruksi struktur beton.

Oleh karena itu, penghematan dalam biaya bekisting dapat mengurangi lebih dari setengah dari total biaya pengerjaan.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghemat biaya bekisting dalam proyek konstruksi:

1. Gunakan Bekisting yang Dapat Digunakan Kembali (Reusable)

  • Pilih sistem bekisting yang dirancang untuk dapat digunakan berulang-ulang, seperti bekisting panel baja atau aluminium.
  • Meskipun investasi awalnya lebih tinggi, bekisting ini dapat digunakan dalam beberapa proyek sehingga lebih hemat dalam jangka panjang.

2. Rencanakan Tata Letak dan Desain dengan Baik

  • Rencanakan tata letak komponen struktur dengan mengoptimalkan penggunaan bekisting.
  • Desain struktur yang modular atau berulang dapat memaksimalkan penggunaan kembali bekisting.
  • Desain bekisting yang optimal dapat mengurangi bahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan.
  • Pertimbangkan bentuk sederhana dan penggunaan kembali sebanyak mungkin.

3. Pertimbangkan Bekisting Pra-cetak

  • Bekisting pra-cetak seperti bekisting fiberglass atau plastik dapat digunakan berulang-ulang dalam banyak proyek.
  • Biaya awalnya lebih tinggi, tetapi dapat menghemat biaya jangka panjang.

4. Lakukan Perawatan dan Penyimpanan yang Baik

  • Rawat bekisting dengan baik untuk memperpanjang masa pakainya.
  • Simpan dengan benar saat tidak digunakan untuk menghindari kerusakan.

5. Gunakan Material Bekisting yang Hemat

  • Pertimbangkan menggunakan material bekisting alternatif yang lebih murah seperti kayu lapis atau beton ringan.
  • Material ini mungkin tidak seawet baja atau aluminium, tetapi lebih hemat biaya untuk proyek kecil.

6. Optimalkan Penggunaan Material

  • Gunakan bekisting yang menghasilkan sedikit sisa material.
  • Pertimbangkan bekisting yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa bagian struktur.

7. Kerjasama dengan Pemasok Bekisting

  • Jalin kerjasama dengan pemasok bekisting untuk mendapatkan harga yang lebih baik atau skema sewa yang menguntungkan.

Dengan menerapkan strategi tersebut, biaya bekisting dalam proyek konstruksi dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas atau keamanan struktur yang dibangun.